Tanda-tanda peringatan semakin kuat

a6 - Tanda-tanda peringatan semakin kuatPertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Kelompok Bank Dunia di Bali berakhir pada hari Sabtu dengan peringatan yang lebih kuat dari krisis keuangan baru karena pasar ekuitas global terus runtuh dan mata uang anjlok di banyak pasar negara berkembang. Karena Federal Reserve AS terus menyusutkan neracanya dan menaikkan suku bunga sehubungan dengan penguatan ekonomi Amerika, sementara neraca bank sentral di sebagian besar negara lain tidak tumbuh secepat itu, likuiditas global menjadi semakin langka.

Selain awan tebal yang sudah menggantung di atas ekonomi global, ada kerusakan yang disebabkan oleh meningkatnya perang dagang antara AS dan China. Semua ini akan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global dan mempersulit pengelolaan fiskal Indonesia karena tingginya eksposur APBN terhadap pendanaan portofolio (obligasi) asing. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, seperti yang diharapkan, memuji manajemen makroekonomi Indonesia yang ditunjukkan oleh indikator utama seperti utang, inflasi, defisit anggaran, dan kondisi neraca pembayaran secara umum. Benar, fundamental ekonomi makro Indonesia sekarang jauh lebih kuat daripada saat krisis ekonomi Asia 1998 dan krisis keuangan global 2008.