Pemulihan ekonomi yang ‘rapuh’: Sri Mulyani

a9 - Pemulihan ekonomi yang 'rapuh': Sri MulyaniPemulihan ekonomi Indonesia “rapuh” karena pendapatan pemerintah melemah pada Juli setelah membaik pada bulan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada hari Selasa, memperingatkan bahwa negara itu dapat meluncur ke dalam resesi pada kuartal ketiga.

Pengumpulan penerimaan negara meningkat pada Juni dibandingkan Mei setelah pemerintah memutuskan untuk melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan untuk menahan penyebaran COVID-19, tetapi penerimaan pajak dari beberapa bidang usaha kembali turun pada Juli, katanya. “Pemulihan ekonomi Indonesia belum solid dan masih sangat rapuh,” ujarnya dalam konferensi pers live streaming pelaksanaan APBN 2020. “Pandemi COVID-19 merupakan pendorong utama yang membentuk aktivitas dan pemulihan ekonomi.

Kami melihat pemulihan berlanjut pada Juli, tetapi ada tanda-tanda bahwa ekonomi masih rapuh. ”Pemerintah memperkirakan ekonomi akan mengalami kontraksi terburuk sebesar 2 persen pada kuartal ketiga, atau paling-paling nol persen akan tumbuh. Kunci pemulihan adalah belanja konsumen dan investasi yang lebih kuat.